ANALISIS SENYAWA DIFENILTIMAH(IV) DIBENZOAT VOLTAMMETRI GELOMBANG PERSEGI
DOI:
https://doi.org/10.23960/aec.v2i1.2017.pAbstract
Telah dilakukan penelitian tentang analisis voltammetri terhadap senyawa difeniltimah(IV) dibenzoat menggunakan teknik voltammetri gelombang persegi. Senyawa difeniltimah(IV) dibenzoat [(C6H5)2Sn(OCOC6H5)2] merupakan senyawa baru turunan dari difeniltimah(IV) diklorida yang telah disintesis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyiapkan metode analisis kimia senyawa baru tersebut dengan menggunakan teknik voltammetri gelombang persegi yang kedepannya dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi daya guna dan tingkat bahayanya. Validitas metode dipelajari melalui pengukuran larutan standar difeniltimah(IV) dibenzoat dengan konsentrasi 0,0 ; 6,4 × 10-4; 12 × 10-4; 19,2 × 10-4; 25,6 × 10-4; dan 32 × 10-4 M; dalam sistim pelarut air-DMSO dan konsentrasi elektrolit pendukung NaCl 0,02 M; pada kondisi potensiostat : jendela potensial +700 mV hingga +1400 mV, laju selusur 100 mV/s. Uji tersebut dilakukan dengan sistem tiga elektrode yaitu Au sebagai elektroda kerja planar, kawat Ag sebagai elektroda pembanding pseudo, dan Pt sebagai elektrode bantu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode analisis dengan teknik voltammetri gelombang persegi untuk senyawa difeniltimah(IV) dibenzoat memberikan persamaan regresi ip = 2,26 C + 4,62 dengan koefisien korelasi r = 0,99499; RSD = 2,39 %; sensitivitas S = 2,26 µA/mM dan limit deteksi LD = 1,42 × 10-4 M.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
- Authors retain copyright and acknowledge that the Analit : Analytical and Environmental Chemistry is the first publisher, licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges and earlier and greater citation of published work.


