VALIDASI METODE ANALISIS KAFEIN PADA KOPI LATTE DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
DOI:
https://doi.org/10.23960/aec.v7i02.2022.p155-164Abstract
Banyak metode analisis yang telah digunakan untuk menetapkan kadar kafein pada bubuk kopi murni, salah satunya adalah spektrofotometri UV-Vis. Namun, latte merupakan kopi dalam bentuk cairan yang telah tercampur susu. Adanya perbedaan bentuk dan komposisi sediaan menyebabkan perlakuan sampel yang berbeda. Hal ini menjelaskan pentingnya validasi sebelum dilakukan analisis untuk meyakinkan bahwa metode yang digunakan sudah tepat. Tujuan penelitian ini adalah melakukan validasi metode analisis kadar kafein pada latte. Sampel yang digunakan adalah sediaan kopi latte dengan kriteria validasi yaitu akurasi, presisi, linearitas, rentang, dan spesifisitas. Pengujian validasi yang dilakukan menunjukkan hasil yang linier (r2 = 0,9927) pada rentang konsentrasi 8-16 ppm, presisi (RSD = 0,853%), akurat (Recovery = 106,263%), dan spesifik karena panjang gelombang maksimum sampel ± 2 nm dari panjang gelombang maksimum larutan baku (273 nm). Dapat diusulkan bahwa metode spektrofotometri UV-Vis untuk analisis kadar kafein pada kopi latte sebagai alternatif.
Kata kunci: kafein, latte, spektrofotometri UV-Vis, validasi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Analit: Analytical and Environmental Chemistry

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Authors retain copyright and acknowledge that the Analit : Analytical and Environmental Chemistry is the first publisher, licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges and earlier and greater citation of published work.
