PENGARUH CEKAMAN GARAM SECARA IN VITRO PADA KADAR KLOROFIL DAN KARAKTER EKSPRESI PLANLET SAWI CAISIM

Authors

  • Endang Nurcahyani Prodi Biologi Terapan, Fakultas MIPA, Universitas Lampung, Bandar Lampung, 35145
  • Indah Stellawati Prodi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Lampung, Bandar Lampung, 35145
  • Zulkifli Zulkifli Prodi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Lampung, Bandar Lampung, 35145
  • Suratman Suratman Prodi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Lampung, Bandar Lampung, 35145

DOI:

https://doi.org/10.23960/aec.v7i1.2022.p1-12

Keywords:

Caisim, Klorofil, Salinitas

Abstract

Pengembangan budidaya sawi memiliki prospek baik untuk mendukung upaya peningkatan pendapatan petani, peningkatan gizi masyarakat, dan pengembangan agribisnis secara luas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi NaCl yang efektif untuk seleksi planlet sawi caisim dalam kondisi cekaman garam secara in vitro, serta mengetahui karakter ekspresinya. Rancangan penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari faktor tunggal yaitu konsentrasi NaCl dengan 5 taraf perlakuan: 0%; 0,25%; 0,50%; 0,75%; dan 1% dengan 5 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi NaCl yang efektif adalah konsentrasi 0,50%. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi NaCl, maka ukuran planlet yang tumbuh semakin kecil dengan tinggi planlet yang semakin rendah, ukuran daun yang semakin kecil dengan visualisasi warna daun menjadi hijau kekuningan, akar planlet yang semakin panjang, serta kandungan klorofil a, b, dan klorofil total yang semakin menurun.

References

Ardiana, D. (2009). Teknik Pemberian Benzil Amino Purin untuk Memacu Pertumbuhan Kalus dan Tunas pada Kotiledon Melon (Cucumis melo L.). Buletin Teknik Pertanian, 14 (2): 50- 53.

Ashari, A., Nurcahyani, E., Hardoko, I. Q., dan Zulkifli. (2020). Analisis Kandungan Prolin Planlet Jeruk Keprok Batu 55 (Citrus reticulata Blanco Var. Crenatifolia) setelah Diinduksi Larutan Atonik dalam Kondisi Cekaman Kekeringan secara In Vitro. Analit: Analitycal and Environmental Chemistry, 3 (01): 69-78. https://doi.org/10.23960/aec.v3i1.2018.p

El-Ramady, H., Alshaal, T., Elhawat, N., Ghazi, A., Elsakhawy, T., Omara, A. E., El-Nahrawy, S., Elmahrouk, M., Abdalla, N., Domokos-Szabolcsy, E., & Schnug, E. (2018). Plant Nutriens and Their Roles Under Salin Soil Conditions. Springer Nature Singapore Pte Ltd. Hal 297-324.

Haryanto,W., Suhartini, E., & Rahayu, E. (2007). Teknik Penanaman Sawi dan Selada. Penebar Swadaya. Jakarta. Isayenkov, S. V. & Maathuis, F. J. (2019). Plant Salinity Stress: Many Unanswered Questions Remain. Frontiers in Plant Science, 10 (80): 1-11.  https://doi.org/10.3389/fpls.2019.00080">https://doi.org/10.3389/fpls.2019.00080

Miazek, K. (2002). Chlorophyll Extraction From Harvested Plant Mateial. Supervisor. Ha. Inz. Stainslaw Lekadowicz.

Misra, N. & Gupta, A.K. (2005). Effect Of Salt Stress On Proline Metabolism In Two High Yielding Genotypes Of Green Gram. Plant Science. Vol, 169(2): 331-339.https://doi.org/10.1016/j.plantsci.2005.02.013

Muliawan, N.R.E, Sampurno, J., Jumarang, M.I. (2016). Identifikasi Nilai Salinitas Pada Lahan Pertanian di Daerah Jungkat Berdasarkan Metode Daya Hantar Listrik (DHL), Prisma Fisika, IV. 02 (2016): 69 – 72. https://doi.org/10.26418/pf.v4i2.15849">https://doi.org/10.26418/pf.v4i2.15849

Nurcahyani, E., Mutmainah, N, A., Farisi, S., Agistrina, R. (2019). Analisis Kandungan Karbohidrat Terlarut Total Planlet Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Menggunakan Metode Fenol-Sulfur Secara In Vitro. Analit: Analytical and Environmental Chemistry, 4 (1) : 73-80. https://doi.org/10.23960/aec.v4.i1.2019.p73-80

Nurcahyani, E., Rahmadani, D. D., Wahyuningsih, S., & Mahfut. (2020). Analisis Kadar Klorofil pada Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Terinduksi Indole Acetic Acid (IAA) secara In Vitro. Analit: Analytical and Environmental Chemistry, 5 (1): 15-23. https://doi.org/10.23960/aec.v5i1.2020.p15-23

Prabowo, I., dan Rachmawati, D. (2020). Respons Fisiologis dan Anatomi Akar Tanaman Bayam (Amaranthus tricolor L.) terhadap Cekaman NaCl. Jurnal Penelitian Saintek, 25(1): 36-43. https://doi.org/10.21831/jps.v25i1.27357

Purwaningrahayu, R. D. (2016). Karakter Morfofisiologi Dan Agronomi Kedelai Toleran Salinitas. Jurnal IPTEK Tanaman Pangan, 11(1): 35-48.

Riffiani, R. 2010. Isolasi Bakteri Pendegradasi Phenanthrene dari Batanta Salawati Raja Ampat Papua. Jurnal Biologi Indonesia, 6 (2): 153-161.

Saranga, P. 2000. Penerapan Pertanian Organik (Organic Farming). Akademi Penyuluhan Pertanian. Gowa.

Stepien, P. dan Klobus, G. (2006). Water Relations And Photosynthesis In Cucumis sativus L. Leaves Under Salt Stress. Biologia Plantarum, 50(4): 610-616.

Taufiq, A., & Purwaningrahayu. (2014). Pengaruh Cekaman Salin Terhadap Keragaan Varietas Kacang Hijau Pada Fase Perkecambahan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.

Wang, Y., Zhang, W., Li, K., Sun, F., Han, C., Wang, Y., dan Li, X. (2008). Salt-Induced Plasticity Of Root Hair Development Is Caused By Ion Disequilibrium In Arabidopsis Thaliana. J. Plant Res, 121: 87–96. https://doi.org/10.1007/s10265-007-0123-y

Weisany, W., Sohrabi, Y., Heidari, G., Siosemardeh, A., dan Ghassemi-Golezani, K. (2011). Physiological Responses Of Soybean (Glycine max L.) To Zinc Application Under Salinity Stress. Australian Journal of Crop Science, 5: 1441- 1447.

Downloads

Published

2022-04-21

How to Cite

Nurcahyani, E., Stellawati, I., Zulkifli, Z., & Suratman, S. (2022). PENGARUH CEKAMAN GARAM SECARA IN VITRO PADA KADAR KLOROFIL DAN KARAKTER EKSPRESI PLANLET SAWI CAISIM. Analit : Analytical and Environmental Chemistry, 7(01), 1–12. https://doi.org/10.23960/aec.v7i1.2022.p1-12