ADSORPSI GAS NO2 MENGGUNAKAN ZEOLIT TERIMOBILISASI GRIESS SALTZMAN
DOI:
https://doi.org/10.23960/aec.v7i1.2022.p90-102Abstract
Telah dilakukan preparasi zeolite terimobilisasi Griess Saltzman sebagai adsorben dalam penentuan gas NO2. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan prosedur penentuan gas NO2 pada udara ambien atau gas emisi dari sumber bergerak dan tidak bergerak. Preparasi dilakukan melalui proses aktivasi zeolit dengan asam, imobilisasi zeolit dengan pereaksi Griess Saltzman, karakterisasi zeolite terimobilisasi Griess Saltzman, dan analisis gas NO2 dengan adsorben zeolite terimobilisasi Griess Saltzman. Hasil analisis gas NO2 dengan menggunakan adsorben zeolit terimobilisasi Griess Saltzman memberikan linearitas yang baik dengan koefisien linearitas dan koefisien determinasi masing-masing 0,9971 dan 0,9943. LoD dan LoQ yang diperoleh 0,09 dan 0,31 mg/mL. Penggunaan 0,25 g adsorben zeolit terimobilisasi Griess Saltzman memiliki hasil uji yang paling mendekati dengan pengujian standar menggunakan 10 mL pereaksi Griess Saltzman, masing-masing dengan konsentrasi 84,20 ± 1,73 mg/Nm3 dan 84,38 ± 1,73 mg/Nm3. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa zeolit terimobilisasi Griess Saltzman dapat digunakan sebagai adsoben untuk analisis gas NO2.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Analit: Analytical and Environmental Chemistry

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Authors retain copyright and acknowledge that the Analit : Analytical and Environmental Chemistry is the first publisher, licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges and earlier and greater citation of published work.
