Review : Fitoremidiasi Limbah Logam Berat dengan Tumbuhan Akar Wangi (Vetiveria zizanioides L)
DOI:
https://doi.org/10.23960/aec.v3i2.2018.pAbstract
Fitoremediasi adalah teknologi pembersihan, penghilangan atau pengurangan
polutan berbahaya, seperti logam berat, pestisida, dan senyawa organik beracun
dalam tanah atau air dengan menggunakan bantuan tanaman (hiperaccumulator
plant). Tanaman akar wangi atau vetiver merupakan tanaman dari famili Gramineae
(rumput-rumputan) yang masih satu famili dengan serai wangi (citronella) dan serai
dapur (lemon grass). Kelebihan tanaman ini adalah kemampuannya untuk
menyerap bahan bahan racun berbahaya (B3) dan logam berat yang mungkin
terbawa dalam sampah dan meresap ke dalam tanah. Disamping itu akar dari
tanaman ini memberikan bau aroma khas yang juga dapat dimanfaatkan untuk bahan
baku industri aromaterapi (Kastaman dkk, 2007). Vetiver pun memiliki
kemampuan untuk mengolah polutan dan pencemar air, misalnya limbah dari pabrik,
lindi atau air dari pembuangan sampah, maupun air dari bisnis pencucian mobil yang
banyak mengandung zat-zat kimia. Penggunaan akar wangi sebagai fitoremidiasi
terhadap logam cadmium (Cd) telah berhasil dilakukan oleh Patandungan dkk.,
(2012). Data ini membuka peluang untuk fitoremidiasi logam berat yang lain seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), seng (Zn), Kromium (Cr) dan logam berat lain.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
- Authors retain copyright and acknowledge that the Analit : Analytical and Environmental Chemistry is the first publisher, licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges and earlier and greater citation of published work.


