VALIDASI METODE FOTODEGRADASI CONGO RED TERKATALIS ZnO/ZEOLIT Y SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

Authors

  • Regina Gita Riani Dio
  • Syaiful Bahri
  • Agung Abadi Kiswandono
  • R. Supriyanto

DOI:

https://doi.org/10.23960/aec.v6i2.2021.p134-144

Abstract

Industri tekstil memproduksi pakaian dengan berbagai macam warna. Dalam proses pewarnaan tekstil, sebagian besar zat warna yang digunakan akan terbuang sebagai limbah. Congo red merupakan salah satu zat warna tekstil yang banyak digunakan. Namun keberadaan zat warna congo red dalam lingkungan perairan dapat merusak berbagai spesies makhluk hidup karena sifat zat warna congo red yang mempunyai toksisitas cukup tinggi. Metode alternatif yang sekarang sedang dikembangkan oleh peneliti untuk mendegradasi limbah adalah metode fotodegradasi.  penelitian tentang validasi metode congo red terkatalis ZnO/Zeolit Y secara spektrofotometri UV-Vis, validasi metode bertujuan untuk mendapatkan panjang gelombang optimum, pH optimum, waktu optimum. Pada penelitian ini dilakukan validasi metode congo red terkatalis ZnO/Zeolit Y secara spektrofotometri UV-Vis dengan menentukan linieritas kurva kalibrasi larutan congo red, menentukan limit deteksi (LoD) dan limit kuantifikasi (LoQ), menentukan presisi, menentukan akurasi, dan pengaruh penggunaan katalis ZnO/Zeolit Y. Panjang gelombang optimum larutan pewarna Congo Red 498 nm dengan pH optimum pada pH 5, degradasi warna Congo Red tanpa katalis terjadi pada waktu optimum 120 menit dengan persentase degradasi sebesar 21,68%, penambahan katalis zeolit Y  0,6 mg dapat menurunkan intensitas warna Congo Red sebesar 63,30%, sedangkan penambahkan 0,6 mg ZnO/Zeolit Y dapat menurunkan intensitas warna Congo Red sebesar 78,01%

http://dx.doi.org/10.23960/aec.v6.i2.2021.p134-144 

Downloads

Published

2021-10-30

How to Cite

Dio, R. G. R., Bahri, S., Kiswandono, A. A., & Supriyanto, R. (2021). VALIDASI METODE FOTODEGRADASI CONGO RED TERKATALIS ZnO/ZEOLIT Y SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS. Analit : Analytical and Environmental Chemistry, 6(2), 134–144. https://doi.org/10.23960/aec.v6i2.2021.p134-144

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>