ANALISIS KADAR FLAVONOID DAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus), RUMPUT MUTIARA (Oldenlandia corymbosa), DAN SIRSAK (Annona muricata) DENGAN TEKNIK SPEKTROMETRI
DOI:
https://doi.org/10.23960/aec.v3i1.2018.pAbstract
Pada penelitian ini dilakukan analisis kadar senyawa flavonoid dan penentuan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun kenikir (Cosmos caudatus), rumput mutiara (Oldenlandia corymbosa), dan sirsak (Annona muricata) dengan teknik spektrometri. Ekstrak masing-masing sampel diperoleh melalui ekstraksi dengan bantuan gelombang ultrasonik. Kadar flavonoid ditentukan dengan teknik spektrometri menggunakan kuersetin sebagai standar, sementara aktivitas antioksidan dievaluasi melalui penangkapan radikal bebas 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa rendemen ekstraksi daun sirsak lebih tinggi dibandingkan rumput mutiara dan kenikir. Ekstrak etanol sirsak memiliki aktivitas penangkapan radikal bebas DPPH terbaik dengan nilai IC50 sebesar 37.91 µg/mL. Kadar flavonoid total dari ekstrak etanol sirsak tersebut ialah sebesar 1.78 mg ekuivalen kuersetin/mg sampel, lebih rendah dibandingkan kadar flavonoid rumput mutiara dan kenikir. Hasil ini mengindikasikan bahwa aktivitas antioksidan pada ekstrak daun sirsak dimungkinkan tidak hanya berasal dari flavonoid, namun berasal dari gabungan senyawa flavonoid dengan senyawa aktif lain yang dikandungnya
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
- Authors retain copyright and acknowledge that the Analit : Analytical and Environmental Chemistry is the first publisher, licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges and earlier and greater citation of published work.
