PEMANFAATAN VIRGIN COCONUT OIL SEBAGAI FOAMING AGENT PADA BETON RINGAN
DOI:
https://doi.org/10.23960/aec.v6i2.2021.p156-167Abstract
Foaming agent dapat disintesis dengan mereaksikan asam lemak dari minyak nabati seperti asam laurat dari virgin coconut oil (VCO) dengan alkali. Foaming agent dari asam laurat VCO berpotensi sebagai salah satu aternatif pengganti foaming agent sintetik yang sulit terdegradasi. Penelitian ini bertujuan memformulasi foaming agent berbahan dasar VCO untuk menguji efektivitas kinerja foaming agent yang dihasilkan dalam aplikasi pembuatan beton ringan. Pemisahan asam laurat dari VCO menggunakan metode saponifikasi menggunakan NaOH 3,5 N. Formulasi foaming agent (K-laurat) dilakukan dengan mencampurkan asam laurat dengan KOH 30% b/v pada perbandingan 1:0,5. Hasil yang diperoleh menunjukkan rendemen asam laurat dari VCO adalah sebesar 69,1% v/v sementara foaming agent berupa K-laurat yang diperoleh adalah sebanyak 738 g. Foaming agent yang dihasilkan memiliki pH 8,15, densitas 0,9976 g/mL, viskositas 5,43 cP, dan sudut kontak 35,81o. Kinerja foaming agent menunjukkan stabilitas busa sebesar 84,4−87,5%, kemampuan pembusaan sebesar 385−533% selama 45 menit, serta diameter busa sebesar 4,3−64,8 μm. Beton ringan yang dibuat dengan foaming agent dari asam laurat VCO memiliki tekstur sedikit kasar, berpori dan mengeras setelah 1 hari. Kinerja beton ringan yang dihasilkan memiliki densitas 1497,91 kg/m3 dan kuat tekan 2,8033 MPa.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
- Authors retain copyright and acknowledge that the Analit : Analytical and Environmental Chemistry is the first publisher, licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges and earlier and greater citation of published work.
