STUDI KARBON AKTIF KAYU BAKAU (Rhizophora mucronata) SEBAGAI ADSORBEN PEWARNA TEKSTIL BIRU TUA KODE 5 MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS
DOI:
https://doi.org/10.23960/aec.v7i1.2022.p54-67Abstract
Limbah industri batik yang bersifat non-biodegradable dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Pencemaran ini dapat diatasi dengan adsorpsi karbon aktif menggunakan salah satu bahan baku kayu bakau (Rhizophora mucronata). Pembuatan karbon aktif ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum dan kinetika adsorpsi karbon aktif kayu bakau sebagai adsorben pewarna tekstil biru tua kode 5. Penelitian ini dilakukan aktivasi fisika pada suhu 500 ºC dan aktivasi kimia menggunakan aktivator H3PO4 10%. Rendemen karbon aktif yang diperoleh sebesar 60,4% dan telah memenuhi baku mutu karbon aktif menurut SNI 06-3730-1995. Karbon aktif yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan SEM-EDX, hasilnya menunjukkan bahwa struktur pori karbon tidak teraktivasi belum terbentuk secara sempurna, sedangkan pori pada karbon aktif sudah terbentuk secara sempurna. Uji adsorpsi karbon aktif kayu bakau terhadap zat pewarna tekstil biru tua kode 5 mencapai kondisi optimum dengan penambahan massa adsorben sebanyak 0,1 gram pada pH 3 dengan waktu kontak 120 menit dan pada konsentrasi adsorbat 100 mg/L.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Analit: Analytical and Environmental Chemistry

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Authors retain copyright and acknowledge that the Analit : Analytical and Environmental Chemistry is the first publisher, licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges and earlier and greater citation of published work.
