SABUN SUSU SAPI DENGAN PENAMBAHAN KULIT KAYU MANIS SEBAGAI ANTIBAKTERI
DOI:
https://doi.org/10.23960/aec.v6i1.2021.p66-73Abstract
Sabun terdiri dari campuran senyawa natrium dengan asam lemak yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembersih tubuh, berbentuk padat, berbusa, dengan atau tanpa penambahan zat lain dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Batang kayu manis digunakan untuk meningkatkan harga jual dari batang kayu manis, mengedukasi masyarakat bahwa kayu manis dapat digunakan sebagai bahan kosmetik selain sebagai bumbu masakan dan untuk ketersediaan tanaman kayu manis sangat melimpah dan mudah ditemui dilingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sabun susu sapi dengan penambahan kulit kayu manis sebagai aroma dengan menggunakan variasi pengaruh konsentrasi NaOH, metode ekstraksi, dan karakteristik pada sabun yang akan dihasilkan menggunakan proses dingin. Sebelum ditambahakan, kulit kayu manis harus di ekstrak terlebih dahulu. Setelah di ekstraksi kemudian di olah menjadi sabun batang, sabun yang dihasilkan adalah sabun dengan konsentrasi NaOH 35% dengan metode ekstraksi pada suhu tinggi. Hasil uji karakteristik sabun dengan konsentrasi 35% dengan metode ekstraksi suhu tinggi menghasilkan kadar air sebesar 1,82%, pH 10, stabilitas busa 88,24%, alkali bebas 0,01%, dan bilangan penyabunan 15,09%. Sabun yang dihasilkan memenuhi standar SNI sabun batang 3532:2016.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
- Authors retain copyright and acknowledge that the Analit : Analytical and Environmental Chemistry is the first publisher, licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges and earlier and greater citation of published work.
