ANALISA KUALITAS AIR INJEKSI BERDASARKAN PARAMETER H2S, BAKTERI, DAN SCALE INDEX DI SP VI TALANG JIMAR PT. PERTAMINA EP ASSET 2 FIELD PRABUMULIH
DOI:
https://doi.org/10.23960/aec.v5i1.2020.p82-91Abstract
Telah dilakukan penelitian untuk menentukan kualitas air injeksi yang diambil dari Outlet FWKO, Outlet Wash tank, Inlet Nutshell, dan Outlet Pompa di SP VI Talang Jimar PT. Pertamina Asset 2 Field Prabumulih. Pada proses air injeksi masalah yang sering terjadi adalah mengenai korosi dan scale selain itu bakteri yang bertumbuh pesat yang mengakibatkan kerusakan-kerusakan yang merugikan bagi jalannya produksi migas. Air yang diinjeksi juga belum benar-benar baik dan jernih untuk digunakan kembali sehingga perlu dilakukan analisa untuk mengetahui kualitas air injeksi sehingga proses air injeksi tidak mengalami permasalahan yang baru pada peralatan-peralatan yang akan digunakan. Penentuan kualitas air injeksi ini didasarkan pada parameter H2S, bakteri, dan scale index. Untuk pelaksanaannya analisa yang dilakukan diantaranya analisa kandungan CO3, CO2, Ca2+, Mg2+, Cl¯, HCO3¯, SO42-, Fe, Specific gravity (SG), pH, H2S, dan SRB (Sulfate Reducing Bacteri). Berdasarkan hasil analisa dan standar baku air injeksi dengan parameter H2S, bakteri, dan scale index pada Outlet FWKO, Outlet Wash tank, Inlet Nusthell, dan Outlet Pompa dapat diketahui air injeksi layak untuk di injeksikan pada sumur-sumur dan memenuhi standar baku mutu.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
- Authors retain copyright and acknowledge that the Analit : Analytical and Environmental Chemistry is the first publisher, licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges and earlier and greater citation of published work.
