PENGARUH POLYETHYLENE GLYCOL (PEG) 6000 TERHADAP KARAKTER EKSPRESI SPESIFIK PLANLET ANGGREK DENDROBIUM Sp. SECARA IN VITRO
DOI:
https://doi.org/10.23960/aec.v7i02.2022.p122-131Abstract
Anggrek Dendrobium sp. adalah salah satu jenis anggrek yang diminati dalam pasar anggrek. Masalah kekeringan merupakan salah satu kendala dalam aktivitas pertumbuhan anggrek secara fisiologis maupun morfologis. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengembangkan kultivar anggrek Dendrobium sp. yang resisten terhadap cekaman kekeringan yaitu dengan seleksi kultur in vitro planlet dengan PEG 6000. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kisaran konsentrasi PEG 6000 yang toleran terhadap cekaman kekeringan dan menganalisis kandungan klorofil serta indeks stomata pada planlet anggrek Dendrobium sp. yang mengalami kekeringan. Penelitian ini menggunakan PEG 6000 dengan 5 taraf : 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dengan 5 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi PEG 6000 yang toleran terhadap cekaman kekeringan pada planlet anggrek Dendrobium sp. yaitu 20%. Semakin besar konsentrasi PEG 6000 maka kandungan klorofil a, b, dan total pada planlet anggrek Dendrobium sp. dan indeks stomata semakin menurun.
Kata Kunci: Dendrobium, in vitro, PEG 6000.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Analit: Analytical and Environmental Chemistry

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Authors retain copyright and acknowledge that the Analit : Analytical and Environmental Chemistry is the first publisher, licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges and earlier and greater citation of published work.
